Tampilkan postingan dengan label PUISIKU-PUISIMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISIKU-PUISIMU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

NGARUMPI JABLAI Karya: Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42 : "Ungkapan Kasih"
Jumat, 03 Juni 2016 - 18:52 WIB


Image "Penjaja Cinta 2" (Foto: Google)
Kehidupan remang-remang sudut Kota Jakarta

“NGARUMPI JABLAI”
Karya : Ki Slamet 42


Terkisahlah perempuan muda nan cantik rupa
Dari Desa Sukamakmur  dia hijrahlah ke kota
Terbujuk tergiur  tutur lamis manis tetangga
Imingi hidup penuh dengan kemewahan dunia


Dia sudah dua warsa hidup sendiri menjanda
Ditinggal pergi suami mati ketika celaka kerja
Di negeri nan  makmur sentosa  Saudi Arabia
Sunyi hati sepi jiwa sepi raga buat dia tergoda


Kini jadilah dia perempuan jablai penjaja cinta
Berhias di keremangan malam  sudut Jakarta
Menjaring mangsa  si hidung belang haus rasa
Yang di rumah padahal istri lebih cantik jelita


Terus gumul kembara di alam sutra dewangga
Bergaul akrab kesenangan pemuas sex dahaga
Dan tiadalah terasa sudahlah dua dasa warsa
Dia bergumul dosa-dosa hingga Tuhan beri bala


Hidup dalam kemewahan dia telah memilikinya
Namun  penyakit aids yang belum ada obatnya
Telah renggut cabut nyawanya dalam seketika
Begitu tragis akhir hayat si jablai penjaja cinta


Bumi Pangarakan, Bogor
Jumat, 03 Juni 2016 – 17:20 WIB



SAJAK PUISI KI SLAMET 42 : NGARUMPI JABLAI Karya: Ki Slamet 42: Blog Ki Slamet : Sajak Puisi Ki Slamet 42 Jumat, 03 Juni 2016 - 18:25 WIB Penjaja Cinta 1 Penjaja Cinta 2 “NGARUMPI JABLAI...

Minggu, 09 Desember 2012

"KEBISUAN" Karya Hj. Tati Sukartiningsih 1976


Ungkapan Kasih - http://rositasidhik.blogspot.com
Hj. Tati Sukartiningsih (Foto: TS)
*Kebisuan*
Karya Hj.Tati Sukartiningsih

Dalam kebisuan yang lelap
Semakin mengusik sukmaku lara
Akankah sebuah cerita berakhir dalam duka?
Oh, Juwita…
Hari-haripun terasa panjang ‘ku rasakan
Namun cinta…
‘kan lebih panjang, kasih
Dari apa yang ‘ku rasakan saat ini



Sabtu, 08 Desember 2012

KAU TAK PERNAH SIRNA Karya Slamet Priyadi



Ilustrasi (Foto: SP)
“Kau Tak Pernah Mau Sirna”
(Kenangan 1978) Karya Slamet Priyadi

Sudah tiga puluh satu warsa

Sejak taqdir pisahkan kita

Bayang-bayangmu, Lutfia

Masih jua tak pernah mau sirna

Dari benakku, bahkan dari jiwaku

Dan getar-getar rasa ini semakin menyiksaku



Segala daya, segala upaya

Telah aku coba,

Pecahkan cermin kalbu

Mengoyak selimut hitam tabir rindu

Melepas rantai belenggu

Bahkan ku kepakkan sayap

Terbang kembara ke alam sutra dewangga

‘Tuk lupakan segala lara


Namun, kau masih jua

Tak pernah mau sirna

Dari benakku, dari kalbuku 
Dan kenangan itu,

serta gelora rasa-rasa ini,

bahkan selalu mendera hari-hariku

Menteror jiwaku di setiap waktu
(Sabtu, 8 Desember 2012 - Buat Lutfiah Bastiani)