Senin, 31 Januari 2011

UTAMAKAN PENDIDIKAN KARAKTER Posted by Rosita S.Priyadi

Minggu, 19 Desember 2010. Blitar (ANTARA): 
Wakil Presiden (Wapres) Boediono meminta para pendidik untuk mengutamakan pendidikan karakter, karena karakter merupakan bekal yang penting untuk masa depan bangsa ini.

"Sebagai alumni SMAN 1 Blitar, saya merasakan bekal yang menentukan hidup adalah bekal karakter yang saya pegang sampai sekarang," katanya saat berbicara pada Reuni Akbar SMAN 1 Blitar 1958-2008 di Blitar, Sabtu malam.

Didampingi Ny Herawati Boediono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Bupati dan Wakil Bupati Blitar yang sama-sama alumni di SMAN 1 Blitar itu, Wapres yang alumni tahun 1961 itu mengaku bangga dengan almamaternya.

"Saya bangga dengan prestasi siswa SMAN 1 Blitar sekarang, tapi prestasi dan ketrampilan yang bagus itu tidak cukup, karena itu perlu ditambah dengan pendidikan yang maju pula," katanya.
Menurut dia, porsi pembentukan karakter perlu ditambah, karena hal itulah yang penting, bahkan pemerintah saat ini sedang merumuskan pentingnya pendidikan karakter melalui revitalisasi Pramuka mulai tahun 2011.
"Pemerintah akan meningkatkan pendidikan kepramukaan melalui program-program yang praktis dan konkret untuk pembentukan karakter mulai SD hingga SMA," katanya.


Selain itu, pemerintah juga akan mendukung kurikulum pendidikan untuk melahirkan karakter seperti jujur, santun, disiplin, dan adanya teladan dari pendidik dan alumni dari sekolah setempat.
"Setiap pulang kampung (ke Blitar), saya selaku menyempatkan diri untuk ziarah ke makam orangtua dan pendiri negara ini yakni Ir Soekarno (Bung Karno). Dengan ziarah itu, saya ingat bahwa karakter itu sangat menentukan arah kehidupan bangsa ini," katanya.

Dalam reuni akbar itu, Wapres Boediono yang mengenakan baju batik warna cokelat menerima cendera mata berupa lukisan potret diri dari alumni angkatan 1980-1983.
Kedatangan Wapres bersama istri serta Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono beserta istri itu mendapat sambutan antusias dari 1.000 lebih alumni yang datang ke reuni akbar itu.
Wapres yang datang ke SMAN 1 Blitar sejak pukul 19.30 WIB itu disambut para alumni dengan berebut bersalaman, melambaikan tangan, dan bahkan mengabadikan dengan foto kamera.

"Rasanya, sulit dilukiskan saat saya pertama kali masuk sekolah ini yang pernah menjadi tempat belajar. Saya senang bertemu angkatan tua dan muda," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono yang juga alumni SMAN 1 Blitar pada tahun 1974 itu.

Setelah sambutan Wapres, reuni tampaknya diwarnai dengan ajang "kangen-kangenan" dengan diiringi "penyanyi" dari masing-masing angkatan untuk menyemarakkan acara hingga selesai pukul 22.30 WIB.
Kendati bersifat "reuni", acara itu dijaga ketat aparat kepolisian setempat dengan menyiagakan mobil gegana (penjinak bahan peledak) dan mobil "water cannon" di ujung Jalan Ahmad Yani, Blitar.

Puncak acara reuni yang berlangsung sejak awal Desember itu diakhiri dengan jalan sehat pada Minggu (19/12) pagi di depan SMAN 1 Blitar, Jalan Ahmad Yani, Blitar dengan diikuti ribuan alumni bersama Wapres dan istri serta Panglima TNI dan istri.


Senin, 31 Januari 2011
Rosita S.Priyadi di Pangarakan-Bogor

1 komentar:

  1. Pemerintah hendaknya meningkatkan pendidikan kepramukaan melalui program-program yang praktis dan konkret untuk pembentukan karakter mulai SD hingga SMA.

    BalasHapus